Ujian Nasional seyogyanya menjadi tolak ukur prestasi siswa dalam menempuh nilai tiap mata pelajaran yang di ujikan bagi siswa, seperti EBTANAS dulu. namun pada kurikulum KTSP yang bermuatan lokal dan berkarakter sekarang, rasanya UN bukan menjadi tolak ukur prestasi siswa tetapi menjadi alat tolak ukur pemerintah dalam kepentingan politiknya, dimana siswa untuk mencapai lulus harus mendapatkan nilai minimal UN adalah 5,50 ( dengan kriteria 60% nilai UN + 40% nilai US ). Seolah - olah prestasi siswa hanya ditentukan oleh nilai UN saja. lalu bagaimana karakter siswa dan prestasi siswa yang lainnya jika nilai UN siswa gagal berdasarkan kriteria ! luluskah ?
Dalam hal ini sekolah tidak diberikan kewenangan untuk menentukan kelulusan siswanya yang telah membina dan mendidik selama 3 tahun dianggap TIDAK PENTING....!
maka saya menilai UN tidak sejalan dengan Kurikulum KTSP yang Berkarakter. Seharusnya sekolahlah yang menetukan kelulusan siswa, berapapun nilai UN siswa. UN hanya menjadi alat politik pemerintah saja dalam berbagai kepentingannya. seharusnya otoritas kelulusan siswa adalah otoritas sekolah, bukan otoritas pemerintah dalam hal ini MENDIKNAS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar