PENDIDIK
BEPERAN PENTING DALAM MEMBANGUN REVOLUSI
MENTAL BAGI PESERTA DIDIK
Pendahuluan
Revolusi Mental belakangan ini menjadi
permasalahan yang menarik perhatian banyak pihak hingga mengundang pro dan
kontra, termasuk dalam lomba guru berprestasi tingkat kabupaten karawang pun,
karya ilmiahnya mengambil tema dengan latar belakang Revolusi Mental. Penulis
berpendapat bahwa Mentalitas berkaitan dengan cara berpikir praktis yang sudah
menjadi budaya, atau kebiasaan berpikir. Dan suatu kebiasaan, budaya, atau etos
pada umumnya terbentuk karna adanya pembiasaan karakter. Oleh karena itu
mentalitas dapat diubah, dengan cara melakukan perubahan kebiasaan.
Kita tahu bahwa di era reformasi, indonesia
mengalami keterpurukan politik dan ekonomi yang menyebabkan adanya pergeseran
nilai budaya dan moral bangsa, dimana bangsa telah kehilangan akar budaya
bangsanya sendiri dan cenderung mengadopsi budaya asing serta mengedepankan
kehidupan materialistis. Hal tersebut berdampak hingga saat ini terhadap
perkembangan mental peserta didik telah mengalami krisis moral dan pergeseran nilai budaya.
Kondisi peserta didik saat ini sangat
memprihatinkan dan butuh perhatian khusus dari para pendidik, tenaga
kependidikan dan umumnya dari pemerintah, politisi maupun unsur masyarakat
lainnya. Krisis moral dan nilai budaya peserta didik yang terjadi saat ini,
seperti ; perkelahian antar pelajar, pergaulan bebas, pesta narkoba, prostitusi
pelajar baik dilakukan langsung ataupun secara online, pornografi, pemalakan,
bolos sekolah, sedangkan krisis nilai
budaya, seperti : model rambut dicat warna-warni, peserta didik laki-laki pake
anting di telinga dan lidah begitu juga
peserta wanitanya, bagian tubuh tertentu bertato, malas belajar di rumah lebih suka bermain
gaget, membentuk kelompok kecil / gank, tidak
mengindahkan tatakrama dan sopan santun, egois terhadap lingkungan,
materialistis dan lainnya. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan pembangunan revolusi mental dalam
dunia pendidikan.
Sebagai pendidik dan tenaga kependidikan
berprestasi dan berdedikasi yang profesional dan bermartabat harus mampu menjadi
penggerak paling depan untuk melakukan pembangunan revolusi mental dan contoh
yang terbaik bagi peserta didiknya.
Batasan dan Rumusan
Masalah
Sesuai dengan tema dalam karya ilmiah lomba
guru berprestasi ini, maka dalam pembahasan tentang Revolusi Mental akan
penulis batasi pada pokok bahasan masalah revolusi mental dalam dunia
pendidikan, agar pembahasan masalah tidak meluas atau terlalu melebar ke
bahasan revolusi mental secara global menyangkut bangsa dan negara.
Rumusan masalah dengan tema tersebut diatas
adalah ” Mengapa Pendidik berperan penting dalam revolusi mental bagi peserta
didik menuju generasi emas 2045 ?
Kajian Teoritik
Mengutip dari Govermen Publik Relations
(GPR) Report, (edisi 5 juli 2015 : 20) tentang makna revolusi mental, konsep
revolusi mental, dan tujuan revolusi mental, sebagai berikut :
Makna
Revolusi Mental
·
Revolusi mental merupakan suatu gerakan
seluruh masyarakat (pemerintah & rakyat) dengan cara yang cepat untuk
mengngkat kembali nilai – nilai strategis yang diperlukan oleh bangsa dan
negara untuk mampu menciptakan ketertiban dan kesejahteraan rakyat sehingga
dapat memenangkan persaingan diera globalisasi.
·
Revolusi mental dapat diartikan juga
sebagai gerakan mengubah cara pandang, pikiran, sikap dan perilaku setiap orang
untuk berorientasi pada kemajuan dan kemodernan sehingga indonesia menjadi
bangsa yang besar dan mampu berkompetesi dengan bangsa – bangsa di dunia.
Konsep
Revolusi Mental
·
Sebagai suatu bentuk strategi kebudayaan
yang memberi arah bagi terciptanya kemaslahatan hidup berbangsa dan bernegara,
basis ideologis revolusi mental adalah Pancasila, dengan tiga prinsip dasar
Trisakti; Berdaulat secara politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan
berkepribadian dalam bidang kebudayaan.
·
Itu berarti, upaya perbaikan karakter
bangsa yang melalui revolusi mental sejak awal mempunyai koridor yang jelas.
Tujuan
Revolusi Mental
·
Mengubah cara pandang,pikir sikap, perilaku
dan cara kerjayang berorientasi pada kemajuan dan kemodernan sehingga indonesia
menjadi bangsa besar dan mampu berkompetesi dengan bangsa - bangsa lain di dunia.
·
Membangkitkan kesadaran dan membangun sikap
optimistik dalam menatap masa depan indonesia sebagai negaradengan kekuatan
besar untuk berprestasi tinggi, produktif dan berpotensi menjadi bangsa maju
dan modern dengan pondasi tiga pilar trisakti.
·
Mewujudkan indonesia yang berdaulat secara
politik, mandiri secara ekonomi dan berkepribadian yang kuat melalui
pembentukan manusia indonesia baru yang unggul mengedepankan nilai-nilai
integritas, kerja keras dan semangat gotong royong.
Tiga Nilai Revolusi Mental
·
Integritas, sikap ; jujur, dipercaya,
berkarakter, dan tanggung jawab.
·
Kerja Keras, sikap ; etos kerja, daya
saing, optimis, inovatif, dan produktif.
·
Gotong Royong, sikap ; kerja sama,
solidaritas, komunal, dan berorientasi pada kemaslahatan.
Pembahasan Masalah
Pembangunan mental peserta didik merupakan
sebuah dimensi yang sangat penting dalam pembangunan nasional. Tetapi pembangunan
mental peserta didik janganlah
berpandangan pada opini-opini yang keliru tentang watak dan budaya bangsa
Indonesia. Kita tahu bahwa Bangsa Indonesia bukanlah bangsa pemalas belajar dan tidak mengenal
budaya. Hal ini Sejarah telah menunjukkan bahwa banyak prestasi yang diraih dan
membanggakan dari segenap pelajar
Indonesia dan tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini kita menyaksikan permasalahan
mental dan etos kerja Guru Berprestasi.
Untuk menghadapi permasalahan tersebut,
kita perlu melakukan diagnosis secara cermat dan tepat, lalu melakukan
upaya-upaya perbaikan secara tepat pula. Kita sebagai pendidik dan tenaga
kependidikan perlu menghindari langkah-langkah yang diskriminatif, atau
pendekatan-pendekatan yang mengkambing-hitamkan pihak atau golongan tertentu.
Saling-menyalahkan tidak akan menghasilkan perbaikan mental peserta didik yang
nyata dan berarti. Revolusi mental bagi peserta didik membutuhkan refleksi dan
introspeksi pada berbagai unsur masyarakat, golongan ataupun profesi.
Upaya-upaya perbaikan mental dan etos kerja perlu dilakukan oleh setiap unsur
masyarakat, golongan dan profesi. Hanya dengan cara demikianlah kita bisa membangun
bangsa dan negara dalam hal ini adalah peserta didik dan sekolah sebagai ruang
hidup bersama yang lebih baik, dan menjadi pilar bagi pencitraan guru dan
pelajar Indonesia di dunia pendidikan
dimata internasional.
Pembangunan
nasional di bidang pendidikan adalah upaya demi mencerdaskan kehidupan bangsa,
dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang
maju, adil, dan makmur. Sebagai upaya
mewujudkan pembangunan di bidang pendidikan seiring dengan program pemerintah
yaitu revolusi mental antara lain diperlukan peningkatan sumber daya manusia
yang terlibat dalam proses belajar mengajar, dalam hal ini guru dan peserta
didik. Sebagai pendidik, guru harus selalu berusaha meningkatkan kemampuan dan
keterampilan dalam memberikan materi dan pengelolaan belajar mengajar.
Sedangkan siswa berusaha memahami materi dengan baik sehingga dapat
menyelesaikan tugas dan dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan
dalam usaha revolusi mental, peserta didik harus berusaha menumbuhkan ajaran –
ajaran yang diperoleh disekolah agar dapat diterapkan dalam praktek hidup
dilingkunganya. Pendidik perlu memberikan banyak contoh yang relevan, analisis
kasus dan simulasi di kelas. Contoh yang relevan, analisis kasus dan simulasi
akan membantu peserta didik untuk mendapatkan contoh penting pemahaman tanpa kehilangan konsep
abstrak pada realitas hidupnya. Pendidik
sering melupakan metode – metode memberikan praktek yang mengajak peserta didik
berpikir, sebab pendidik disibukan harus memenuhi tuntutan target materi yang
harus tersampaikan dalam tiap pertemuan yang sudah dirancang oleh pemerintah
dalam kurikulum yaitu silabus mata pelajaran dan guru merancang rencana
pembelajaran untuk tiap
pertemuan kelas dan juga kadang disibukan
mengurusi persyaratan kenaikan pangkat dan golongan bagi PNS.
Berbagai usaha pembaharuan kurikulum,
perbaikan sistem pengajaran, peningkatan kualitas kemampuan guru, dan lain
sebagainya, merupakan suatu upaya kearah peningkatan mutu pembelajaran. Banyak
hal yang dapat ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut, salah satunya adalah
bagaimana cara menciptakan suasana belajar yang baik, mengetahui kebiasaan dan
kesenangan belajar siswa agar siswa bergairah dan berkembang sepenuhnya selama
proses belajar berlangsung. Untuk itu seharusnya guru mencari informasi tentang
kondisi mana yang dapat meningkatkan pembelajaran di kelas pada sekolahnya.
Kesimpulan dan saran
Kesimpulan
Pendidikan dalam revolusi mental adalah
usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya. Untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan
yang diperlukan dalam masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidik dalam usaha membangun revolusi
mental bagi peserta didik, dan peserta didik harus berusaha menumbuhkan ajaran
– ajaran yang diperoleh disekolah agar dapat diterapkan dalam praktek hidup
dilingkunganya.
Saran
– saran
Untuk pemerintah, para politisi, unsur
masyarakat, keluarga dan khusunya pendidik dan tenaga kependidikan berprestasi
dan berdedikasi yang profesional dan bermartabat harus mampu menjadi penggerak
paling depan untuk melakukan pembangunan revolusi mental dan menjadi contoh
yang terbaik bagi peserta didiknya.