WAHANA PENGETAHUAN
MENULIS APA YANG TAK DAPAT KU KATAKAN TETAPI DAPAT KUSAMPAIKAN PADA DUNIA
Senin, 05 Desember 2016
Sabtu, 18 Juni 2016
Berbagi ilmu Teknologi: Cara Instal Laptop
Berbagi ilmu Teknologi: Cara Instal Laptop: Cara Instal Laptop- apakah anda pemilik laptop baru? tau gak cara instal laptop yang benar. saya sendiri baru tau cara instal laptop setel...
Jumat, 27 Mei 2016
Sabtu, 30 April 2016
KARYA ILMIAH
PENDIDIK
BEPERAN PENTING DALAM MEMBANGUN REVOLUSI
MENTAL BAGI PESERTA DIDIK
Pendahuluan
Revolusi Mental belakangan ini menjadi
permasalahan yang menarik perhatian banyak pihak hingga mengundang pro dan
kontra, termasuk dalam lomba guru berprestasi tingkat kabupaten karawang pun,
karya ilmiahnya mengambil tema dengan latar belakang Revolusi Mental. Penulis
berpendapat bahwa Mentalitas berkaitan dengan cara berpikir praktis yang sudah
menjadi budaya, atau kebiasaan berpikir. Dan suatu kebiasaan, budaya, atau etos
pada umumnya terbentuk karna adanya pembiasaan karakter. Oleh karena itu
mentalitas dapat diubah, dengan cara melakukan perubahan kebiasaan.
Kita tahu bahwa di era reformasi, indonesia
mengalami keterpurukan politik dan ekonomi yang menyebabkan adanya pergeseran
nilai budaya dan moral bangsa, dimana bangsa telah kehilangan akar budaya
bangsanya sendiri dan cenderung mengadopsi budaya asing serta mengedepankan
kehidupan materialistis. Hal tersebut berdampak hingga saat ini terhadap
perkembangan mental peserta didik telah mengalami krisis moral dan pergeseran nilai budaya.
Kondisi peserta didik saat ini sangat
memprihatinkan dan butuh perhatian khusus dari para pendidik, tenaga
kependidikan dan umumnya dari pemerintah, politisi maupun unsur masyarakat
lainnya. Krisis moral dan nilai budaya peserta didik yang terjadi saat ini,
seperti ; perkelahian antar pelajar, pergaulan bebas, pesta narkoba, prostitusi
pelajar baik dilakukan langsung ataupun secara online, pornografi, pemalakan,
bolos sekolah, sedangkan krisis nilai
budaya, seperti : model rambut dicat warna-warni, peserta didik laki-laki pake
anting di telinga dan lidah begitu juga
peserta wanitanya, bagian tubuh tertentu bertato, malas belajar di rumah lebih suka bermain
gaget, membentuk kelompok kecil / gank, tidak
mengindahkan tatakrama dan sopan santun, egois terhadap lingkungan,
materialistis dan lainnya. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan pembangunan revolusi mental dalam
dunia pendidikan.
Sebagai pendidik dan tenaga kependidikan
berprestasi dan berdedikasi yang profesional dan bermartabat harus mampu menjadi
penggerak paling depan untuk melakukan pembangunan revolusi mental dan contoh
yang terbaik bagi peserta didiknya.
Batasan dan Rumusan
Masalah
Sesuai dengan tema dalam karya ilmiah lomba
guru berprestasi ini, maka dalam pembahasan tentang Revolusi Mental akan
penulis batasi pada pokok bahasan masalah revolusi mental dalam dunia
pendidikan, agar pembahasan masalah tidak meluas atau terlalu melebar ke
bahasan revolusi mental secara global menyangkut bangsa dan negara.
Rumusan masalah dengan tema tersebut diatas
adalah ” Mengapa Pendidik berperan penting dalam revolusi mental bagi peserta
didik menuju generasi emas 2045 ?
Kajian Teoritik
Mengutip dari Govermen Publik Relations
(GPR) Report, (edisi 5 juli 2015 : 20) tentang makna revolusi mental, konsep
revolusi mental, dan tujuan revolusi mental, sebagai berikut :
Makna
Revolusi Mental
·
Revolusi mental merupakan suatu gerakan
seluruh masyarakat (pemerintah & rakyat) dengan cara yang cepat untuk
mengngkat kembali nilai – nilai strategis yang diperlukan oleh bangsa dan
negara untuk mampu menciptakan ketertiban dan kesejahteraan rakyat sehingga
dapat memenangkan persaingan diera globalisasi.
·
Revolusi mental dapat diartikan juga
sebagai gerakan mengubah cara pandang, pikiran, sikap dan perilaku setiap orang
untuk berorientasi pada kemajuan dan kemodernan sehingga indonesia menjadi
bangsa yang besar dan mampu berkompetesi dengan bangsa – bangsa di dunia.
Konsep
Revolusi Mental
·
Sebagai suatu bentuk strategi kebudayaan
yang memberi arah bagi terciptanya kemaslahatan hidup berbangsa dan bernegara,
basis ideologis revolusi mental adalah Pancasila, dengan tiga prinsip dasar
Trisakti; Berdaulat secara politik, berdikari dalam bidang ekonomi, dan
berkepribadian dalam bidang kebudayaan.
·
Itu berarti, upaya perbaikan karakter
bangsa yang melalui revolusi mental sejak awal mempunyai koridor yang jelas.
Tujuan
Revolusi Mental
·
Mengubah cara pandang,pikir sikap, perilaku
dan cara kerjayang berorientasi pada kemajuan dan kemodernan sehingga indonesia
menjadi bangsa besar dan mampu berkompetesi dengan bangsa - bangsa lain di dunia.
·
Membangkitkan kesadaran dan membangun sikap
optimistik dalam menatap masa depan indonesia sebagai negaradengan kekuatan
besar untuk berprestasi tinggi, produktif dan berpotensi menjadi bangsa maju
dan modern dengan pondasi tiga pilar trisakti.
·
Mewujudkan indonesia yang berdaulat secara
politik, mandiri secara ekonomi dan berkepribadian yang kuat melalui
pembentukan manusia indonesia baru yang unggul mengedepankan nilai-nilai
integritas, kerja keras dan semangat gotong royong.
Tiga Nilai Revolusi Mental
·
Integritas, sikap ; jujur, dipercaya,
berkarakter, dan tanggung jawab.
·
Kerja Keras, sikap ; etos kerja, daya
saing, optimis, inovatif, dan produktif.
·
Gotong Royong, sikap ; kerja sama,
solidaritas, komunal, dan berorientasi pada kemaslahatan.
Pembahasan Masalah
Pembangunan mental peserta didik merupakan
sebuah dimensi yang sangat penting dalam pembangunan nasional. Tetapi pembangunan
mental peserta didik janganlah
berpandangan pada opini-opini yang keliru tentang watak dan budaya bangsa
Indonesia. Kita tahu bahwa Bangsa Indonesia bukanlah bangsa pemalas belajar dan tidak mengenal
budaya. Hal ini Sejarah telah menunjukkan bahwa banyak prestasi yang diraih dan
membanggakan dari segenap pelajar
Indonesia dan tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini kita menyaksikan permasalahan
mental dan etos kerja Guru Berprestasi.
Untuk menghadapi permasalahan tersebut,
kita perlu melakukan diagnosis secara cermat dan tepat, lalu melakukan
upaya-upaya perbaikan secara tepat pula. Kita sebagai pendidik dan tenaga
kependidikan perlu menghindari langkah-langkah yang diskriminatif, atau
pendekatan-pendekatan yang mengkambing-hitamkan pihak atau golongan tertentu.
Saling-menyalahkan tidak akan menghasilkan perbaikan mental peserta didik yang
nyata dan berarti. Revolusi mental bagi peserta didik membutuhkan refleksi dan
introspeksi pada berbagai unsur masyarakat, golongan ataupun profesi.
Upaya-upaya perbaikan mental dan etos kerja perlu dilakukan oleh setiap unsur
masyarakat, golongan dan profesi. Hanya dengan cara demikianlah kita bisa membangun
bangsa dan negara dalam hal ini adalah peserta didik dan sekolah sebagai ruang
hidup bersama yang lebih baik, dan menjadi pilar bagi pencitraan guru dan
pelajar Indonesia di dunia pendidikan
dimata internasional.
Pembangunan
nasional di bidang pendidikan adalah upaya demi mencerdaskan kehidupan bangsa,
dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang
maju, adil, dan makmur. Sebagai upaya
mewujudkan pembangunan di bidang pendidikan seiring dengan program pemerintah
yaitu revolusi mental antara lain diperlukan peningkatan sumber daya manusia
yang terlibat dalam proses belajar mengajar, dalam hal ini guru dan peserta
didik. Sebagai pendidik, guru harus selalu berusaha meningkatkan kemampuan dan
keterampilan dalam memberikan materi dan pengelolaan belajar mengajar.
Sedangkan siswa berusaha memahami materi dengan baik sehingga dapat
menyelesaikan tugas dan dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan
dalam usaha revolusi mental, peserta didik harus berusaha menumbuhkan ajaran –
ajaran yang diperoleh disekolah agar dapat diterapkan dalam praktek hidup
dilingkunganya. Pendidik perlu memberikan banyak contoh yang relevan, analisis
kasus dan simulasi di kelas. Contoh yang relevan, analisis kasus dan simulasi
akan membantu peserta didik untuk mendapatkan contoh penting pemahaman tanpa kehilangan konsep
abstrak pada realitas hidupnya. Pendidik
sering melupakan metode – metode memberikan praktek yang mengajak peserta didik
berpikir, sebab pendidik disibukan harus memenuhi tuntutan target materi yang
harus tersampaikan dalam tiap pertemuan yang sudah dirancang oleh pemerintah
dalam kurikulum yaitu silabus mata pelajaran dan guru merancang rencana
pembelajaran untuk tiap
pertemuan kelas dan juga kadang disibukan
mengurusi persyaratan kenaikan pangkat dan golongan bagi PNS.
Berbagai usaha pembaharuan kurikulum,
perbaikan sistem pengajaran, peningkatan kualitas kemampuan guru, dan lain
sebagainya, merupakan suatu upaya kearah peningkatan mutu pembelajaran. Banyak
hal yang dapat ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut, salah satunya adalah
bagaimana cara menciptakan suasana belajar yang baik, mengetahui kebiasaan dan
kesenangan belajar siswa agar siswa bergairah dan berkembang sepenuhnya selama
proses belajar berlangsung. Untuk itu seharusnya guru mencari informasi tentang
kondisi mana yang dapat meningkatkan pembelajaran di kelas pada sekolahnya.
Kesimpulan dan saran
Kesimpulan
Pendidikan dalam revolusi mental adalah
usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya. Untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan
yang diperlukan dalam masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidik dalam usaha membangun revolusi
mental bagi peserta didik, dan peserta didik harus berusaha menumbuhkan ajaran
– ajaran yang diperoleh disekolah agar dapat diterapkan dalam praktek hidup
dilingkunganya.
Saran
– saran
Untuk pemerintah, para politisi, unsur
masyarakat, keluarga dan khusunya pendidik dan tenaga kependidikan berprestasi
dan berdedikasi yang profesional dan bermartabat harus mampu menjadi penggerak
paling depan untuk melakukan pembangunan revolusi mental dan menjadi contoh
yang terbaik bagi peserta didiknya.
Senin, 30 November 2015
LATIHAN SOAL MATEMATIKA KELAS 7
ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL
2015/2016
Pilih salah satu jawaban
yang dianggap benar !
1. Suhu sebuah Kulkas mula –
mula 4⁰c kemudian suhunya diturunkan menjadi -6⁰c. maka suhu kulkas sekarang
adalah…… ⁰c.
A. -10 B.
-6 C. -4 D. -2
2. Hasil dari -8 + 6 – 2 =………
A. 0 B.
-4 C. -12 D. -16
3. Hasil dari -2 x 46 x (-5) = …….
A. -46 B.
-460 C. 46 D. 460
4. Yang merupakan factor –
factor dari 12 adalah…
A. 1,2,3,4,5,6 B. 1,2,3,4,5,6,12 C. 1,2,3,4,6,12 D.
1,2,3,6,8,12
5. KPK (Kelipatan Persekutuan
Terkecil) dari 6 dan 8 adalah….
A. 12 B.
18 C. 24 D. 36
6. FPB (Faktor Persekutuan
Terbesar) dari 12 dan 18 adalah…..
A. 2 B.4 C. 6 D. 12
7. Hasil dari 2³ + 7² =…….
A. 9 B.
13 C. 55 D. 57
8. Bentuk sederhana dari ( 8⁴)⁶ = ……
A. 8² B.
8ⁱ⁰ C. 8²⁴ D. 8⁴⁶
9. Arjuna berhasil menjawab
dengan benar 28 soal, salah 8 soal dan tidak dijawab 4 soal. Bila setiap soal
yang dijawab benar diberi nilai 4, soal yang dijawab salah diberi nilai -3 dan
soal yang tidak dijawab diberi nilai -1.
Maka nilai yang diperoleh Arjuna
adalah…
A. 72 B.
84 C. 96 D. 112
10. Hasil dari 75,4 – 3,82 = …….
A. 71,58 B.
71,62 C. 71,82 D. 71,86
11. 
Hasil dari ³√27
+ √64 = ……
A.
11 B. 17 C. 35 D. 91
12. Daerah arsiran
pada gambar disamping , menunjukan pecahan……
A. 

3/5 B. 3/8 C. 5/8 D. 8/3
13. Bentuk baku dari 3.448.000
adalah …… ( dibulatkan 2 tempat decimal )
A. 3,44 x 10³ B.
3,44 x 10⁶ C. 3,45 x 10³ D. 3,45 x 10⁶
14. 6a³b² : 15ab = …
A. 2/5 a2b B.
2/4 ab C. 1/9 a2b D. 3/5 a2b
15. Pecahan yang senilai
dengan pecahan 1⅘ adalah…..
A. 18/10 B.
12/10 C. 10/5 D. 8/5
16. Pecahan 3/5, 5/8, ¾ bila
disusun dengan urutan dari terbesar ke terkecil adalah…
A. ¾, 3/5, 5/8 B.
¾, 5/8, 3/5 C. 5/8, 3/5, ¾ D. 3/5, 5/8, ¾
17. Bentuk sederhana dari pecahan
84/126 adalah….
A. ½ B.
2/3 C. ¾ D. 4/5
18. Bentuk decimal dari
pecahan 3/8 adalah…
A. 0,363 B.
0,375 C. 0,385 D. 0,395
19. Hasil dari 1 ¼ + 3 5/6 = ….
A. 4 1/12 B. 4 5/12 C. 5 1/12 D. 5 5/12
20. Hasil dari 2/9 x 1 7/8 = …
A. 1/12 B.
5/12 C. 7/12 D. 11/12
21. Hasil dari 1 2/7 : 3 3/5 = …
A. 9∕14 B.
5/14 C. 3/14 D. 1/14
22. 17 menit = … jam
A. 17/120 B.
17/100 C. 17/60 D.17/30
23. Pecahan ¼ bentuk persennya
adalah…
A. 4% B.
10% C. 20% D. 25%
24. Jumlah siswa kelas 7A
adalah 40 siswa, pada tanggal 30 November 2015 tidak hadir 6 orang siswa maka
prosentasi kehadiran kelas 7A adalah…
A. 10% B.
15% C. 20% D. 85%
25. Koefisien x pada 3x2
– 5x + 7 adalah …
A. – 5 B.
3 C. 5 D. 7
26. Bentuk sederhana dari – 8a
+ 5b + 2a – 3b = …
A. – 6a + 2b B.
– 6a – 2a C. – 10a + 2b D. – 10a – 2a
27. Hasil dari – 2x (x – 8 ) =
…
A. – 2x – 10 B.
– 2x + 10 C. – 2x2
– 16x D. – 2x2 +
16x
28. Hasil dari ( 3y + 4 ) ( 2y
– 5 ) = …
A. 5y2 + 7y – 20 B.
5y2 + 12x + 9 C. 6y2
+ 7y – 20 D. 6y2 – 7y
– 20
29. Hasil dari ( 2x + 3 )2
= …
A. 4x2 + 6x + 9 B.
4x2 + 12x + 9 C. 2x2
+ 6x + 6 D. 2x2 +
12x + 6
30. Yang merupakan Persamaan
Linear Satu Variable (PLSV) adalah ….
A. 3a + 4b = 12 B.
3a + 5 < 13 C. 3a2
– 7a = - 2 D. 4a – 3 = 3a + 11
31. Justin membeli 5 pasang
sepatu dan 2 pasang sandal. Budi harus membayar Rp.300.000,- bila harga
sepasang sepatu = x dan harga sepasang sandal = y, model matematika yang sesuai
dengan pernyataan diatas adalah…
A. 2x + 5y = 300.000,- B.
5x – 2y = 300.000,-
C. 6x + 3y = 300.000,- D.
5x + 2y = 300.000,-
32. Penyelesaian dari 3x – 5 = 40 adalah….
A. x = 8 B.
x = 10 C. x = 15 D. x = 16
33. Himpunan Penyelesaian dari
5y – 4 = 2y + 8 adalah ….
A. {2} B.
{3} C. {4} D. {5}
34. Himpunan penyelesaian dari
persamaan 6x – 4 = 4x + 8 adalah ….
A. {-6} B.
{5} C. {6} D. {8}
35. Pernyataan berikut yang
benar adalah …
A. – 5 > - 7 B.
– 6 > - 4 C. 0 < - 10 D. 3 < - 9
36. Kecepatan rata – rata
sebuah mobil yang menempuh jarak 300 km dalam 6 jam adalah…
A. 23 km/jam B.
30 km/jam C. 50 km/jam D. 306 km/jam
37. Apabila 1 cm mewakili 3
km, maka skalanya adalah ….
A. 1 : 300.000 B.
1 : 3.000 C. 1 : 300 D. 1 : 30
38. Pada akhir tahun 2015 gaji
Aldo sebagai karyawan PT. Cireng
Rp.1.200.000,- per bulan. Mulai tahun 2016 yang akan datang gajinya dinaikkan
5%. Berapakah besar gaji baru Aldo ?
A. Rp. 1.260.000,- B.
Rp.1.800.000,- C. Rp.1.860.000,- D.Rp.1.280.000,-
39. Ibu Rani membeli beras 10 kg dengan harga
Rp.50.000,- kemudian beras tersebut dijual kembali dengan harga Rp.6.500,- per
kg. maka besar untung atau rugi dari penjualan beras tersebut adalah…..
A. Rugi Rp. 15.000,- C.
untung Rp. 15.000,-
B. Rugi Rp. 10.000,- C.
untung Rp. 10.000,-
40. Upin membeli sepatu Adidas
dengan harga Rp. 1000.000,- kemudian dijual lagi dengan harga Rp.1.500.000,- maka persentase keuntungan yang didapat Upin
adalah …..
A. 25% B.
30% C. 50% D. 60%
Sabtu, 12 September 2015
Sabar membuat dewasa
Met pagi kawan....
Met menikmati liburan minggu dirumah yaa... smg sehat sll.
Met menikmati liburan minggu dirumah yaa... smg sehat sll.
Kadang Cinta tak seindah yg kau mimpikan, Cinta tanpa masalah dan pertengkaran itu hanya ada dalam dunia dongeng... percayalah. heheee
coba siapa yg lum pernah bertengkar sm sang kekasihnya ?
Saat kamu terpuruk oleh masalah, Tuhan ingin kamu belajar bangkit lewat masalah. Belajar kuat, belajar sabar, belajar lebih dewasa.
Dalam menyelesaikan masalah, di situ akan terbuktinya akhlak sebenarnya seseorang individu dalam mengawali mengenal dirinya. Marah atau sabar. Air atau api ?
Sabar dalam menjalani hidup dan sabar dalam menyelesaikan masalah merupakan langkah pendewasaan diri kamu.
Jadikan sabar sebagai 'penolong'. Seringkali ketika kita sabar & ikhlas terhadap suatu masalah, solusipun hadir seketika bukan dengan emosi dan egois hati tetapi dengan berpikir positif.
Kita dewasa karena masalah..... dan masalah dlm hidup kitalah yg mengajari kita utk dewasa, bukan cinta dan uang maupun harta. yah masalah yang membuat kita dewasa, lebih kuat dan lebih sabar lagi......................!?
coba siapa yg lum pernah bertengkar sm sang kekasihnya ?
Saat kamu terpuruk oleh masalah, Tuhan ingin kamu belajar bangkit lewat masalah. Belajar kuat, belajar sabar, belajar lebih dewasa.
Dalam menyelesaikan masalah, di situ akan terbuktinya akhlak sebenarnya seseorang individu dalam mengawali mengenal dirinya. Marah atau sabar. Air atau api ?
Sabar dalam menjalani hidup dan sabar dalam menyelesaikan masalah merupakan langkah pendewasaan diri kamu.
Jadikan sabar sebagai 'penolong'. Seringkali ketika kita sabar & ikhlas terhadap suatu masalah, solusipun hadir seketika bukan dengan emosi dan egois hati tetapi dengan berpikir positif.
Kita dewasa karena masalah..... dan masalah dlm hidup kitalah yg mengajari kita utk dewasa, bukan cinta dan uang maupun harta. yah masalah yang membuat kita dewasa, lebih kuat dan lebih sabar lagi......................!?
“Wahai orang-orang yang beriman mintalah pertolongan melalui Sabar dan Shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Dan benar-benar akan Kami uji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, dan kekurangan buah-buahan, dan berilah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar, (yaitu) yang apabila mereka tertimpa musibah mereka mengatakan “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami kembali”(Q.S. Al-Baqarah: 155-156)
Langganan:
Komentar (Atom)











